LANGKAT, BARESKRIMNEWS.ID – Polres Langkat Polda Sumatera Utara menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Penekanan yang dibangun bukan sekadar tertib saat ada razia, melainkan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Patuh Toba 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026 di wilayah hukum Polres Langkat.Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Langkat IPTU Faradhila Lova Ayuningsih, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan pihaknya mengedepankan pola preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang humanis.”Kita kedepankan kegiatan edukatif, sosialisasi dan merangkul masyarakat.
Tertib lalu lintas bukan karena takut tilang, tapi karena ingin selamat sampai tujuan. Kita edukasi dulu, beri teguran dulu, penindakan tilang manual adalah upaya terakhir apabila membahayakan keselamatan,” ujar IPTU Faradhila.
Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas Polres Langkat turun langsung ke titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, di antaranya di Jalan Medan – Tanjung Pura KM 54-55 Desa Batu Malenggang Kec. Hinai dan Simpang Makam Pahlawan KM 79 Kec. Brandan Barat, Kabupaten Langkat.
Selain memberikan pemahaman tentang penggunaan helm SNI, kaca spion, sabuk keselamatan, dan larangan melawan arus, petugas juga menginformasikan layanan Call Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bantuan darurat di jalan, laporan kecelakaan, maupun kemacetan.
Kapolres Langkat menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman” serta program Kapolda Sumut SAHATA LANTAS (Satu Hati Taat Berlalu Lintas) dengan prinsip SIHORAS: Sinergi, Integritas, Humanis, Optimis, Responsif, Amanah, dan Sigap.
Sebelumnya, pada 1 September 2026, Polres Langkat bahkan memberikan apresiasi berupa bingkisan kepada pengendara yang tertib menggunakan helm dan melengkapi kendaraannya, bukan hanya menindak yang melanggar.”Polisi hadir bukan sekadar ketika pelanggaran terjadi. Polisi hadir sebelum risiko itu berkembang menjadi kecelakaan.
Harapannya, budaya tertib lalu lintas menjadi kebiasaan, bukan seremoni saat ada operasi saja,” tutup Kapolres Langkat melalui Ps. Kasi Humas IPTU M. Siregar.
Dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”, Polres Langkat mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjadikan keselamatan sebagai prioritas.
Penulis : rul
Editor : Hen






