Jakarta Diselimuti Polusi, Karhutla Sumatera-Kalimantan Jadi Krisis Nasional

Nasional11 Dilihat

JAKARTA, BARESKRIMNEWS.ID kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Bencana ini bahkan telah berkembang menjadi krisis polusi udara serius yang mengancam kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan pantauan satelit, ribuan titik panas masih terdeteksi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran tersebut kini tidak hanya menyelimuti wilayah Indonesia, tetapi kabut asap beracun dilaporkan telah menyebar hingga ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Kondisi ini membuat kualitas udara di beberapa kota berada pada level tidak sehat hingga berbahaya. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI-Polri dan Manggala Agni terus berupaya melakukan pemadaman dari jalur darat dan udara.Upaya pemadaman melalui water bombing menggunakan helikopter terus dilakukan setiap hari. Namun, tantangan besar masih dihadapi petugas di lapangan.

Cuaca yang sangat kering, angin kencang, serta sulitnya akses menuju lokasi kebakaran membuat proses pemadaman berjalan lambat.Dampak dari kabut asap ini sangat dirasakan masyarakat. Selain mengganggu kesehatan pernapasan, jarak pandang yang terbatas juga mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah bandara.

Beberapa penerbangan terpaksa ditunda, dan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah juga sempat diliburkan.Para ahli lingkungan menilai, sebagian besar kebakaran hutan disebabkan oleh faktor manusia, terutama praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar yang masih dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Padahal, praktik tersebut sangat dilarang dan dapat dikenakan sanksi pidana.Pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan patroli dan pengawasan, serta menindak tegas para pelaku pembakaran hutan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap, pemerintah mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker, dan memperbanyak konsumsi air putih.

Pemerintah daerah juga diminta untuk menyiapkan posko kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Diharapkan, dengan kerja sama semua pihak dan turunnya hujan dalam waktu dekat, bencana Karhutla ini dapat segera teratasi dan kualitas udara kembali normal. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *